Minggu, 09 November 2014

Khoirunnas Anfa'uhum Linnas

خير الناس أنفعهم للناس Khoirunnas anfa'uhum linnas. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. (HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni. Disahihkan Al Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah)

Itulah karakter yang harus dimiliki oleh orang Muslim. Bukan hanya mencari manfaat orang lain atau memanfaatkan orang lain. Tapi kita juga harus bisa mengimplementasikan konsep islam yang penuh dengan cinta, yaitu memberi. Apabila kita bisa bermanfaat bagi orang lain, maka kebaikan juga akan kembali kepada diri kita sendiri.

Seorang muslim setelah dia membingkai misi kehidupannya dengan Ibadah kepada Allah swt. semata, maka orientasi hidupnya adalah memberikan manfaat bagi orang lain. Tidak memandang apapun profesinya. Apabila kita memiliki ilmu yang bermanfaat tidak boleh egois atau mementingkan dirinya sendiri. Tapi kita berbagi ilmu dengan orang lain yang bermanfaat.

Langkah-langkah menjadi Nafi'un li ghairihi (Pribadi yang bermanfaat) :

1. Kemauan

Kunci utama adalah suatu kemauan. Kemauan untuk memberi manfaat kepada orang lain. Jika kita memiliki lebih harta, maka berikan sebagian harta kita kepada orang yang membutuhkan. Jika kita memiliki ilmu yang cukup, maka kita bagikan ilmu kita kepada orang lain agar bermanfaat.

2. Take Action Now

Apa yang dapat kita berikan kepada orang lain sekarang maka laksanakan. Tidak perlu menunggu kita menjadi orang yang sangat pintar. Berbagi kemampuan yang kita punya dalah barokah. Seperti dalam hal ini kita bisa mengepostkan artikel-artikel bermanfaat melalui jejaring sosial seperti facebook, twitter, blogger, wordpress atau yang lainnya.

3. Manfaat yang diberikan menjadi Gaya Hidup

Jika kita sudah mempu memberikan ilmu atau segala manfaat bagi orang lian adalah suatu kebaikan, belum termasuk Akhlaq. Maka jangan diusahakan hanya menyampaikan tapi kita sendiri tidak menerapkannya.

4. Meningkatkan Kualitas Diri

Dalam hadits tidak hanya mengatakan untuk menjadi pribadi yang bermanfaat, tapi yang Superlatif yaitu paling. Jadi kalau kita ditantang menjadi juara dalam kebaikan, kita juga harus yang paling bisa memberikan manfaat kepada orang lain.

5. Raih manfaatnya untuk kita juga

Janganlah Kita memberi manfaat kepada orang lain tapi tidak memberikan manfaat bagi diri kita sendiri. Bukan maksud berharap dari orang yang kita berikan manfaat. Tapi maksudnya disini kita tidak boleh riya'. Kita harus ikhlas memberikan manfaat kepada orang lain agar juga bermanfaat bagi diri kita sendiri. Ikhlas adalah kunci diterimanya amal. Dan hanya amal yang diterima Allah agar bermanfaat bagi dunia dan akhirat. Bukan untuk dibilang pribadi yang bermanfaat. Karena sifat riya' itu samar maka kita harus hati-hati.

Jumat, 07 November 2014

Contoh Naskah Doa

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bismillahirohmanirohim..
Alhamdulillahirobbil’alamin. Washolatuwassalamu’ala ashrofil ambiya’i wa mursalin, sayyidina wa maulana Muhammadin, wa ala alihi washobihi ajmaiin.

Ya Allah Tuhan Yang Esa
Dengan limpahan rahmat, taufiq serta hidayah-Mu, Kami semua dapat berkumpul disini untuk melaksanakan ........ Periode ..../.... Dengan segala kerendahan hati, kami mempersembahkan puji dan syukur atas kehadirat-Mu Ya Allah..

Ya Allah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang,
Pada hari ini kami melaksanakan ................. ini dengan penuh arif dan ikhlas. Untuk itu limpahkanlah kepada kami kesehatan dan kekuatan sesuai dengan izin dan ridhoMu Ya Allah..

Ya Allah Yang Maha Petunjuk
Tunjukkanlah kepada kami yang benar itu benar adanya, dan berikan kemampuan kepada kami untuk melaksanakannya. Dan tunjukkan kepada kami yang salah itu salah, dan berikan kekuatan kepada kami untuk menghindarinya.

Ya Allah Yang Maha Pengampun dan Bijaksana,
Ampunilah dosa Kami, dosa kedua Orang Tua Kami, Bapak Ibu guru Kami dan seluruh keluarga besar SMA/SMK............... ini. Hanya kepada-Mu lah Kami memohon, maka kabulkanlah doa-doa Kami.

Robbana dholamnaa anfusanaa wa-in lam taghfir lanawatarhamna lanakuunanna minal khasiriin. Robbanaa aatinaa fiddun yaa hasanah  wafil aakgirati hasanah waqinaa ‘adzaabanaar. Subhaana rabbika rabbili’izzati amma yashiffuun, wasalaamun ‘alal mursaliin walhamdulillahi rabbil’aalamiin.


Wassalamu’alaikum Wr Wb

Rabu, 05 November 2014

Proposal Usaha

PROPOSAL USAHA
BUBUR GIZI




Disusun Oleh :
Nama : Dianis Elmia K. (01)
Kelas : XI Akuntansi 4

SMK NEGERI 2 TUBAN
    Jl. Prof. Moh. Yamin SH 106 Telp (0356) 321255 Fax 331862 Tuban 62317


KATA PENGANTAR

Segala puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang membawa kita dari kegelapan ke dimensi terang yang memberi hikmah dan yang paling bermanfaat bagi seluruh umat manusia, sehingga oleh karenanya saya dapat menyelesaikan proposal usaha ini dengan baik.
Dalam proses penyusunan proposal ini saya menjumpai hambatan, namun berkat dukungan materil dari berbagai pihak, akhirnya saya dapat menyelesaikan proposal ini dengan cukup baik, oleh karena itu melalui kesempatan ini saya menyampaikan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak terkait yang telah membantu terselesaikannya proposal usaha ini.
Saya sadar, sebagai seorang pelajar yang masih dalam proses pembelajaran tentu masih banyak kekurangannya. Maka dari itu, kritik dan saran yang bersifat positif saya harapkan agar kedepannya saya bisa memperbaiki lagi.

                                                                                                              
                                                                                                      Dianis Elmia Khoiroh


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Nama dan Alamat Perusahaan
Nama                           : BUBUR GIZI
Alamat Perusahaan     : Jl. Mojopahit, Tuban
1.2  Nama dan Alamat Pemilik
Nama                           : Dianis Elmia Khoiroh
Alamat                                    : Jl. Mojopahit Gg. Sedap Malam No. 350 Semanding, Tuban
1.3  Nama dan Alamat Penanggung Jawab
Nama                           : Ramido
Alamat                                    : Jl. Mojopahit Gg. Sedap Malam No. 350 Semanding, Tuban
1.4 Informasi Bisnis
Bubur merupakan salah satu makanan yang cukup diminati oleh kalangan masyarakat. Oleh karena itu, sesuai dengan namanya yaitu Bubur Gizi, maka yang menjadi perhatian utama dalam pembuatan usaha ini adalah kondisi bahan baku yang baik. Bahan baku pilihan berkualitas juga cara pembuatannya dengan keadaan yang higienis.
Pembuatan bubur gizi ini tanpa ada campuran pewarna, pemanis ataupun pengawet. Semuanya menggunakan bahan baku asli yang berkualitas. Maka dibuatnya usaha bubur ini tidak hanya untuk menjadi jajanan semata, akan tetapi juga membantu masyarakat untuk menggantikan sementara makanan-makanan yang terlarang olehnya.
1.5 Tujuan Usaha
-          Memperoleh suatu keuntungan dan pendapatan dari usaha mandiri yang didirikan untuk mensejahterakan pemilik dan tenaga kerja.
-          Mengajak masyarakat untuk hidup sehat dengan produk cemilan yang kita tawarkan.
-          Memperoleh kepercayaan yang optimal dari konsumen, sehingga dengan adanya kepercayaan yang diberikan diharapkan usaha yang telah dijalankan dapat lebih berkembang.



BAB II
RANGKUMAN EKSEKUTIF

2.1 Latar Belakang Usaha
            Dalam suatu pemasaran banyak sekali bentuk dan macam-macam aneka ragam makanan dari yang kecil hingga yang besar dan dari yang murah hingga yang mahal. Dalam kebutuhan sehari-hari banyak sekali aktifitas yang dijalani oleh setiap orang. Dengan aktivitas yang semakin padat, membuat banyak orang yang membutuhkan asupan makanan tambahan yang bergizi dan bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Salah satu makan asupan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh adalah bubur.
            Dengan pembuatan Bubur Gizi ini, dilakukan dengan cara yang higienis dan menggunakan bahan baku yang berkualitas serta harga terjangkau, makan akan banyak masyarakat yang berminat untuk membelinya. Dengan hal tersebut, saya membuat usaha makanan yaitu Bubur Gizi untuk dikembangkan menjadi usaha yang besar.



BAB III
ANALISIS USAHA
3.1 Prespektif Masa Depan Usaha
Dengan terciptanya tempat usaha yang bergerak di bidang perdagangan, khususnya dalam usaha Bubur Gizi lokasi yang strategis, maka kami yakin usaha ini akan maju. Karena kebutuhan dan permintaan akan Bubur Gizi di kalangan masyarakat  didaerah Tuban pada saat ini sangat besar.
3.2 Analisa Persaingan
-    Produk pesaing merupakan jenis makan yang banyak dijumpai dikalangan masyarakat.
-    Harga yang ditawarkan relatif murah sehingga dapat dijangkau oleh semua kalangan.
-    Promosi dilakukan secara langsung kepada konsumen.
-    Tempat yang dipilih yaitu Jl. Mojopahit karena letaknya strategis.
3.2 Segmentasi pasar yang akan dimasuki
Lokasi usaha yang saya pilih adalah Jl. Mojopahit Tuban depan RS Medika Mulia atau belakang Pasar Baru Tuban. Berikut adalah faktor-faktor mengapa saya memilih daerah tersebut :
-          Berada dekat RS Medika yang kebanyakan para pasien membutuhkan bubur.
-          Berada dekat Pasar Baru Tuban yang kebanyakan digunakan para sopir angkot atau pedagang beristirahat.
-          Lokasi yang strategis karena dilewati oleh banyak kendaraan umum.




BAB IV
DESKRIPSI USAHA

4.1 Produk yang dihasilkan
Tanpa menyampingkan kualitas dan lebih memperhatikan kesehatan dari makan tersebut, maka produk yang kami tawarkan adalah :
-          Bubur Kacang Hijau
-          Bubur Ketan Hitam
-          Bubur Mutiara
-          Bubur Sum-sum
4.2 Ruang Lingkup Usaha
Ruang lingkup lingkup usaha BUBUR GIZI ini kami rancang dengan sebaik mungkin karena semua itu bisa berpengaruh terhadap maju mundurnya perusahaan kami, maka dari itu kami berusah memberikan sesuatu yang terbaik untuk konsumen.
Lokasi penjualan BUBUR GIZI terletak di Jl. Mojopahit Tuban. BUBUR GIZI  ini  sudah memenuhi persyaratan berdirinya sebuah perusahaan, karena lokasi tersebut tidak terlalu jauh dari pemukiman penduduk dan akses transportasi menuju lokasi perusahaan sudah lancar.
  

BAB V
RENCANA PRODUKSI

5.1 Persiapan Produksi
            Setelah kita mengetahui keinginan konsumen seperti apa maka tahap selanjutnya adalah persiapan produksi. Persiapan Produksi akan meliputi beberapa aspek, yang paling utama adalah persiapan Sumber Daya Manusia, Bahan Baku Utama, Bahan Baku Tambahan, Alat Pengolah, Tempat Produksi, serta yang tak kalah penting adalah Sumber Pendanaan.
            Sumber Daya Manusia dalam aspek produksi sangat penting perannya mengingat produk Bubur Gizi ini sebagian besar atau bahkan seluruhnya dikerjakan secara manual, untuk tenaga yang terampil dalam mengolah Bubur Gizi mutlak diperlukan.

5.2 Keadaan Gedung dan Perlengkapannya
No.
Perlengkapan
Jumlah
Keadaan
1.
Gerobak
1
Baik
2.
Panci
4
Baik
3.
Irus
4
Baik
4.
Mangkok
8
Baik
5.
Sendok
8
Baik
6.
Timba
1
Baik
7.
Termos
1
Baik
8.
Kursi
5
Baik
9.
Serbet
1
Baik

5.3 Sumber-sumber Bahan Baku
Untuk sumber-sumber bahan baku, kami mengambil dari supplier atau langganan yang sudah terjamin yang tempatnya terletak di Pasar Baru Tuban yaitu Toko Chotim. Sehingga dengan begitu tidak merugikan berbagai pihak, baik dari pihak perusahaan maupun konsumen yang membelinya.




BAB VI
RENCANA PEMASARAN

6.1 Penetapan Harga
Harga yang akan dikenakan adalah harga yang diperkirakan akan terjangkau oleh masyarakat yaitu sekitar Rp. 3.000,- per porsi.

       6.2 Pelaksanaan Distribusi
Distribusi yang dilakukan perusahaan kami yaitu distribusi intensif, diusahakan sebanyak mungkin agar dapat menjual produk sebanyak-banyaknya dan lebih mendekati konsumen, sehingga lebih mudah dalam penjualannya dalam menghasilkan keuntungan yang sebanyak-bantaknya.

       6.3 Promosi yang akan dilakukan 
Strategi yang akan kami jalankan pada perusahaan ini antara lain :
Ø  Membuat pamflet-pamflet berisi produk kami.
Ø  Melakukan iklan-iklan di dunia internet baik melalui situs jejaring sosial maupun forum.

6.4 Pengembangan Produk
Pengembangan produk kedepan untuk produkBubur Gizi ini agak sulit mengingat bahwa jenis makan ini memiliki karakteristik tersendiri, pasar tersendiri dan langganan atau custo,er tersendiri pula. Kemudian yang dapat dikembangkan adalah cara penyajian ataupun cara pendistribusian ke pelanggan.


BAB VII
RESIKO

7.1 Evaluasi tentang kelemahan usaha
-   Strenght (Kekuatan)
Produk ini dijual di seluruh kalangan masyarakat dengan bahan produk yang terjamin higienis dan terdiri dari beberapa macam rasa.
-          Weaknes (Kelemahan)
Produk ini tidak bisa bertahan lama, sehingga penjualan hanya dapat dilakukan dalam satu waktu atau sehari saja.
-          Opportunity (Peluang)
Tempatnya strategis, sehingga mudah dijumpai oleh kalangan masyarakat.
-          Threath (Ancaman)
Adanya pesaing yang menjual produk yang sama dengan harga yang lebih murah.

7.2 Gambaran tentang masa kini
Resiko yang dihadapi adalah berupa ancaman terhadap kelangsungan jumlah kunjungan pelanggan. Hal ini disebabkan karena semakin banyaknya usaha-usaha yang sama dengan usaha ini. Dengan ini maka lambat laun akan semakin banyak orang yang mengunjungi usaha olahan kerang lainnya. Sebagai upaya untuk mengantisipasi hal ini, maka kami selalu memberikan dan menyediakan produk yang terbaru dan tentunya sesuai dengan selera dan kebutuhan masyarakat. Dengan begitu pelanggan akan memiliki keterkaitan dan terus merasa perlu untuk datang ke tempat kami.

  

BAB VIII
ASPEK KEUANGAN

8.1 Aspek Modal
Bahan Baku :
a.       Kacang Hijau 1 kg                 Rp. 17.000,-
b.      Ketan Hitam ½ kg                 Rp. 12.000,-
c.       Ketan Putih ½ kg                   Rp.  7.000,-
d.      Tepung Beras 1 kg                 Rp. 11.000,-
e.       Tapioka ½ kg                         Rp.   3.500,-
f.       Mutiara 5 bungkus                 Rp.   6.500,-
g.      Gula Jawa 2 kg                      Rp. 25.000,-
h.      Gula Pasir 4 kg                       Rp. 36.000,-
i.        Kelapa 10 buah                      Rp. 40.000,-
Rp.158.000,-

8.2 Perhitungan Keuntungan
Harga Jual : Rp. 3.000,- x 100                                 = Rp. 300.000,-
Harga Beli                                                                  = Rp. 158.000,-
                                                                                       Rp. 142.000,-

Perhitungan keuntungan :
Rp. 142.000,- x 100% = Rp. 47,33 %
Rp. 300.000,-





BAB IX
PENUTUP

Dengan selesainya penyusunan proposal ini, harapan untuk produk “ Bubur Gizi “ adalah supaya produk ini dapat lebih berkembang dan maju.Disamping itu produk ini sangat higienis dan memiliki rasa yang luar biasa lezatnya.Kegagalan usaha sebenarnya bukan disebabkan oleh orang lain, tetapi oleh diri kita sendiri. Dimana ketekunan dan keuletan haruslah ada dalam menjalankan usaha.
            Dengan demikian kritik dan saran sangat perlu untuk perbaikan usaha ini dimasa yang akan datang. Semoga proposal ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan penulis untuk memotivasi dalam membuka usaha.