خير الناس أنفعهم للناس Khoirunnas anfa'uhum linnas. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. (HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni. Disahihkan Al Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah)
Itulah karakter yang harus dimiliki oleh orang Muslim. Bukan hanya mencari manfaat orang lain atau memanfaatkan orang lain. Tapi kita juga harus bisa mengimplementasikan konsep islam yang penuh dengan cinta, yaitu memberi. Apabila kita bisa bermanfaat bagi orang lain, maka kebaikan juga akan kembali kepada diri kita sendiri.
Seorang muslim setelah dia membingkai misi kehidupannya dengan Ibadah kepada Allah swt. semata, maka orientasi hidupnya adalah memberikan manfaat bagi orang lain. Tidak memandang apapun profesinya. Apabila kita memiliki ilmu yang bermanfaat tidak boleh egois atau mementingkan dirinya sendiri. Tapi kita berbagi ilmu dengan orang lain yang bermanfaat.
Langkah-langkah menjadi Nafi'un li ghairihi (Pribadi yang bermanfaat) :
1. Kemauan
Kunci utama adalah suatu kemauan. Kemauan untuk memberi manfaat kepada orang lain. Jika kita memiliki lebih harta, maka berikan sebagian harta kita kepada orang yang membutuhkan. Jika kita memiliki ilmu yang cukup, maka kita bagikan ilmu kita kepada orang lain agar bermanfaat.
2. Take Action Now
Apa yang dapat kita berikan kepada orang lain sekarang maka laksanakan. Tidak perlu menunggu kita menjadi orang yang sangat pintar. Berbagi kemampuan yang kita punya dalah barokah. Seperti dalam hal ini kita bisa mengepostkan artikel-artikel bermanfaat melalui jejaring sosial seperti facebook, twitter, blogger, wordpress atau yang lainnya.
3. Manfaat yang diberikan menjadi Gaya Hidup
Jika kita sudah mempu memberikan ilmu atau segala manfaat bagi orang lian adalah suatu kebaikan, belum termasuk Akhlaq. Maka jangan diusahakan hanya menyampaikan tapi kita sendiri tidak menerapkannya.
4. Meningkatkan Kualitas Diri
Dalam hadits tidak hanya mengatakan untuk menjadi pribadi yang bermanfaat, tapi yang Superlatif yaitu paling. Jadi kalau kita ditantang menjadi juara dalam kebaikan, kita juga harus yang paling bisa memberikan manfaat kepada orang lain.
5. Raih manfaatnya untuk kita juga
Janganlah Kita memberi manfaat kepada orang lain tapi tidak memberikan manfaat bagi diri kita sendiri. Bukan maksud berharap dari orang yang kita berikan manfaat. Tapi maksudnya disini kita tidak boleh riya'. Kita harus ikhlas memberikan manfaat kepada orang lain agar juga bermanfaat bagi diri kita sendiri. Ikhlas adalah kunci diterimanya amal. Dan hanya amal yang diterima Allah agar bermanfaat bagi dunia dan akhirat. Bukan untuk dibilang pribadi yang bermanfaat. Karena sifat riya' itu samar maka kita harus hati-hati.
Minggu, 09 November 2014
Jumat, 07 November 2014
Contoh Naskah Doa
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Bismillahirohmanirohim..
Alhamdulillahirobbil’alamin.
Washolatuwassalamu’ala ashrofil ambiya’i wa mursalin, sayyidina wa maulana
Muhammadin, wa ala alihi washobihi ajmaiin.
Ya Allah Tuhan Yang Esa
Dengan limpahan rahmat, taufiq serta
hidayah-Mu, Kami semua dapat berkumpul disini untuk melaksanakan ........ Periode ..../.... Dengan segala
kerendahan hati, kami mempersembahkan puji dan syukur atas kehadirat-Mu Ya
Allah..
Ya Allah Tuhan Yang Maha Pengasih dan
Maha Penyayang,
Pada hari ini kami melaksanakan ................. ini dengan penuh arif dan ikhlas. Untuk itu limpahkanlah kepada kami
kesehatan dan kekuatan sesuai dengan izin dan ridhoMu Ya Allah..
Ya Allah Yang Maha Petunjuk
Tunjukkanlah kepada kami yang benar itu
benar adanya, dan berikan kemampuan kepada kami untuk melaksanakannya. Dan
tunjukkan kepada kami yang salah itu salah, dan berikan kekuatan kepada kami
untuk menghindarinya.
Ya Allah Yang Maha Pengampun dan
Bijaksana,
Ampunilah dosa Kami, dosa kedua Orang
Tua Kami, Bapak Ibu guru Kami dan seluruh keluarga besar SMA/SMK............... ini. Hanya kepada-Mu lah Kami memohon, maka kabulkanlah doa-doa Kami.
Robbana dholamnaa anfusanaa wa-in lam
taghfir lanawatarhamna lanakuunanna minal khasiriin. Robbanaa aatinaa fiddun
yaa hasanah wafil aakgirati hasanah
waqinaa ‘adzaabanaar. Subhaana rabbika rabbili’izzati amma yashiffuun,
wasalaamun ‘alal mursaliin walhamdulillahi rabbil’aalamiin.
Wassalamu’alaikum Wr Wb
Rabu, 05 November 2014
Proposal Usaha
PROPOSAL
USAHA
BUBUR
GIZI
Disusun
Oleh :
Nama
: Dianis Elmia K. (01)
Kelas
: XI Akuntansi 4
Jl. Prof. Moh. Yamin SH 106 Telp (0356)
321255 Fax 331862 Tuban 62317
KATA
PENGANTAR
Segala puji syukur atas
kehadirat Allah SWT yang membawa kita dari kegelapan ke dimensi terang yang
memberi hikmah dan yang paling bermanfaat bagi seluruh umat manusia, sehingga
oleh karenanya saya dapat menyelesaikan proposal usaha ini dengan baik.
Dalam proses
penyusunan proposal ini saya menjumpai hambatan, namun berkat dukungan materil
dari berbagai pihak, akhirnya saya dapat menyelesaikan proposal ini dengan
cukup baik, oleh karena itu melalui kesempatan ini saya menyampaikan
terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak terkait yang
telah membantu terselesaikannya proposal usaha ini.
Saya sadar, sebagai
seorang pelajar yang masih dalam proses pembelajaran tentu masih banyak
kekurangannya. Maka dari itu, kritik dan saran yang bersifat positif saya
harapkan agar kedepannya saya bisa memperbaiki lagi.
Dianis
Elmia Khoiroh
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Nama dan Alamat Perusahaan
Nama : BUBUR GIZI
Alamat
Perusahaan : Jl. Mojopahit, Tuban
1.2 Nama dan Alamat Pemilik
Nama : Dianis Elmia
Khoiroh
Alamat : Jl.
Mojopahit Gg. Sedap Malam No. 350 Semanding, Tuban
1.3 Nama dan Alamat Penanggung Jawab
Nama : Ramido
Alamat : Jl. Mojopahit
Gg. Sedap Malam No. 350 Semanding, Tuban
1.4 Informasi Bisnis
Bubur merupakan salah satu makanan yang
cukup diminati oleh kalangan masyarakat. Oleh karena itu, sesuai dengan namanya
yaitu Bubur Gizi, maka yang menjadi perhatian utama dalam pembuatan usaha ini adalah
kondisi bahan baku yang baik. Bahan baku pilihan berkualitas juga cara
pembuatannya dengan keadaan yang higienis.
Pembuatan bubur gizi ini tanpa ada
campuran pewarna, pemanis ataupun pengawet. Semuanya menggunakan bahan baku
asli yang berkualitas. Maka dibuatnya usaha bubur ini tidak hanya untuk menjadi
jajanan semata, akan tetapi juga membantu masyarakat untuk menggantikan
sementara makanan-makanan yang terlarang olehnya.
1.5 Tujuan Usaha
-
Memperoleh suatu keuntungan dan pendapatan dari usaha
mandiri yang didirikan untuk mensejahterakan pemilik dan tenaga kerja.
-
Mengajak masyarakat untuk hidup sehat dengan produk
cemilan yang kita tawarkan.
-
Memperoleh kepercayaan yang optimal dari konsumen,
sehingga dengan adanya kepercayaan yang diberikan diharapkan usaha yang telah
dijalankan dapat lebih berkembang.
BAB II
RANGKUMAN
EKSEKUTIF
2.1 Latar Belakang Usaha
Dalam suatu pemasaran banyak sekali
bentuk dan macam-macam aneka ragam makanan dari yang kecil hingga yang besar
dan dari yang murah hingga yang mahal. Dalam kebutuhan sehari-hari banyak
sekali aktifitas yang dijalani oleh setiap orang. Dengan aktivitas yang semakin
padat, membuat banyak orang yang membutuhkan asupan makanan tambahan yang
bergizi dan bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Salah satu makan asupan gizi yang
bermanfaat bagi kesehatan tubuh adalah bubur.
Dengan pembuatan Bubur Gizi ini,
dilakukan dengan cara yang higienis dan menggunakan bahan baku yang berkualitas
serta harga terjangkau, makan akan banyak masyarakat yang berminat untuk
membelinya. Dengan hal tersebut, saya membuat usaha makanan yaitu Bubur Gizi
untuk dikembangkan menjadi usaha yang besar.
BAB III
ANALISIS
USAHA
3.1 Prespektif Masa Depan Usaha
Dengan
terciptanya tempat usaha yang bergerak di bidang perdagangan, khususnya dalam
usaha Bubur Gizi lokasi yang strategis, maka kami yakin usaha ini akan maju.
Karena kebutuhan dan permintaan akan Bubur Gizi di kalangan masyarakat didaerah Tuban pada saat ini sangat besar.
3.2 Analisa Persaingan
- Produk pesaing merupakan jenis
makan yang banyak dijumpai dikalangan masyarakat.
- Harga yang ditawarkan relatif
murah sehingga dapat dijangkau oleh semua kalangan.
- Promosi dilakukan secara langsung
kepada konsumen.
- Tempat yang dipilih yaitu Jl.
Mojopahit karena letaknya strategis.
3.2 Segmentasi pasar yang akan dimasuki
Lokasi usaha
yang saya pilih adalah Jl. Mojopahit Tuban depan RS Medika Mulia atau belakang
Pasar Baru Tuban. Berikut adalah faktor-faktor mengapa saya memilih daerah
tersebut :
-
Berada dekat RS Medika yang kebanyakan para pasien membutuhkan
bubur.
-
Berada dekat Pasar Baru Tuban yang kebanyakan digunakan
para sopir angkot atau pedagang beristirahat.
-
Lokasi yang strategis karena dilewati oleh banyak
kendaraan umum.
BAB IV
DESKRIPSI
USAHA
4.1 Produk yang dihasilkan
Tanpa
menyampingkan kualitas dan lebih memperhatikan kesehatan dari makan tersebut,
maka produk yang kami tawarkan adalah :
-
Bubur Kacang Hijau
-
Bubur Ketan Hitam
-
Bubur Mutiara
-
Bubur Sum-sum
4.2 Ruang Lingkup Usaha
Ruang lingkup lingkup usaha BUBUR GIZI ini kami rancang dengan sebaik mungkin karena semua
itu bisa berpengaruh terhadap maju mundurnya perusahaan kami, maka dari itu
kami berusah memberikan sesuatu yang terbaik untuk konsumen.
Lokasi
penjualan BUBUR GIZI terletak di Jl.
Mojopahit Tuban. BUBUR GIZI ini
sudah memenuhi persyaratan berdirinya sebuah perusahaan, karena lokasi
tersebut tidak terlalu jauh dari pemukiman penduduk dan akses transportasi
menuju lokasi perusahaan sudah lancar.
BAB V
RENCANA
PRODUKSI
5.1 Persiapan Produksi
Setelah kita mengetahui keinginan
konsumen seperti apa maka tahap selanjutnya adalah persiapan produksi.
Persiapan Produksi akan meliputi beberapa aspek, yang paling utama adalah
persiapan Sumber Daya Manusia, Bahan Baku Utama, Bahan Baku Tambahan, Alat
Pengolah, Tempat Produksi, serta yang tak kalah penting adalah Sumber
Pendanaan.
Sumber Daya Manusia dalam aspek
produksi sangat penting perannya mengingat produk Bubur Gizi ini sebagian besar
atau bahkan seluruhnya dikerjakan secara manual, untuk tenaga yang terampil
dalam mengolah Bubur Gizi mutlak diperlukan.
5.2 Keadaan Gedung dan Perlengkapannya
No.
|
Perlengkapan
|
Jumlah
|
Keadaan
|
1.
|
Gerobak
|
1
|
Baik
|
2.
|
Panci
|
4
|
Baik
|
3.
|
Irus
|
4
|
Baik
|
4.
|
Mangkok
|
8
|
Baik
|
5.
|
Sendok
|
8
|
Baik
|
6.
|
Timba
|
1
|
Baik
|
7.
|
Termos
|
1
|
Baik
|
8.
|
Kursi
|
5
|
Baik
|
9.
|
Serbet
|
1
|
Baik
|
5.3 Sumber-sumber Bahan Baku
Untuk
sumber-sumber bahan baku, kami mengambil dari supplier atau langganan yang sudah terjamin yang tempatnya terletak di Pasar Baru Tuban yaitu Toko
Chotim. Sehingga
dengan begitu tidak merugikan berbagai pihak, baik dari pihak perusahaan maupun
konsumen yang membelinya.
BAB VI
RENCANA
PEMASARAN
6.1
Penetapan Harga
Harga yang akan dikenakan adalah harga yang
diperkirakan akan terjangkau oleh masyarakat yaitu sekitar Rp. 3.000,- per porsi.
6.2 Pelaksanaan Distribusi
Distribusi yang dilakukan perusahaan
kami yaitu distribusi intensif, diusahakan sebanyak mungkin agar dapat menjual
produk sebanyak-banyaknya dan lebih mendekati konsumen, sehingga lebih mudah
dalam penjualannya dalam menghasilkan keuntungan yang sebanyak-bantaknya.
6.3
Promosi yang akan dilakukan
Strategi yang akan kami jalankan pada perusahaan ini
antara lain :
Ø
Membuat pamflet-pamflet
berisi produk kami.
Ø Melakukan
iklan-iklan di dunia internet baik melalui situs jejaring sosial maupun forum.
6.4
Pengembangan Produk
Pengembangan produk kedepan untuk produkBubur Gizi ini
agak sulit mengingat bahwa jenis makan ini memiliki karakteristik tersendiri,
pasar tersendiri dan langganan atau custo,er tersendiri pula. Kemudian yang
dapat dikembangkan adalah cara penyajian ataupun cara pendistribusian ke pelanggan.
BAB VII
RESIKO
7.1 Evaluasi
tentang kelemahan usaha
- Strenght (Kekuatan)
Produk ini
dijual di seluruh kalangan masyarakat dengan bahan produk yang terjamin
higienis dan terdiri dari beberapa macam rasa.
-
Weaknes
(Kelemahan)
Produk ini tidak
bisa bertahan lama, sehingga penjualan hanya dapat dilakukan dalam satu waktu
atau sehari saja.
-
Opportunity
(Peluang)
Tempatnya
strategis, sehingga mudah dijumpai oleh kalangan masyarakat.
-
Threath
(Ancaman)
Adanya
pesaing yang menjual produk yang sama dengan harga yang lebih murah.
7.2 Gambaran
tentang masa kini
Resiko yang dihadapi adalah berupa
ancaman terhadap kelangsungan jumlah kunjungan pelanggan. Hal ini disebabkan karena semakin banyaknya usaha-usaha yang sama dengan usaha ini. Dengan ini maka lambat laun akan semakin banyak orang
yang mengunjungi usaha olahan kerang lainnya.
Sebagai upaya untuk mengantisipasi hal ini, maka kami selalu memberikan dan
menyediakan produk yang terbaru dan tentunya sesuai dengan selera dan kebutuhan
masyarakat. Dengan begitu pelanggan akan memiliki keterkaitan dan terus merasa
perlu untuk datang ke tempat kami.
BAB VIII
ASPEK
KEUANGAN
8.1 Aspek
Modal
Bahan Baku :
a.
Kacang Hijau 1 kg Rp.
17.000,-
b.
Ketan Hitam ½ kg Rp.
12.000,-
c.
Ketan Putih ½ kg Rp. 7.000,-
d.
Tepung Beras 1 kg Rp.
11.000,-
e.
Tapioka ½ kg Rp.
3.500,-
f.
Mutiara 5 bungkus Rp. 6.500,-
g.
Gula Jawa 2 kg Rp.
25.000,-
h.
Gula Pasir 4 kg Rp.
36.000,-
i.
Kelapa 10 buah Rp.
40.000,-
Rp.158.000,-
8.2
Perhitungan Keuntungan
Harga Jual :
Rp. 3.000,- x 100 =
Rp. 300.000,-
Rp. 142.000,-
Perhitungan
keuntungan :
Rp.
300.000,-
BAB IX
PENUTUP
Dengan selesainya penyusunan
proposal ini, harapan untuk produk “ Bubur Gizi “ adalah supaya
produk ini dapat lebih berkembang dan maju.Disamping itu produk ini sangat
higienis dan memiliki rasa yang luar biasa lezatnya.Kegagalan usaha sebenarnya bukan
disebabkan oleh orang lain, tetapi oleh diri kita sendiri. Dimana ketekunan dan
keuletan haruslah ada dalam menjalankan usaha.
Dengan
demikian kritik dan saran sangat perlu untuk perbaikan usaha ini dimasa yang
akan datang. Semoga proposal ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan
penulis untuk memotivasi dalam membuka usaha.
Langganan:
Postingan (Atom)
